Tuesday, June 27, 2017

eid mubarak 1438H

Bismillah

Alhamdulillah, sekali lagi Allah beri nikmat kemenangan menyambut Aidilfitri.

Ya, tahu. Tak perlu diingatkan :p
*countingdays


Sedikit perkongsian gambar sekitar raya pertama dan raya kedua :)



model zalora, ariani, adeena, tudung ruffle :p

one happy family at home

fantastic 8





kakak bagi arahan kena dengar ya
Akhir sekali, jangan kita lupa pada yang telah tiada dan yang memerlukan. Kasih sayang perlu disebarkan dan dikongsikan bersama agar semua dapat merasainya. Selamat menyebarkan rahmah dan kasih sayang pada orang sekeliling.

Wednesday, May 31, 2017

sister emotional

Bismillah.


Ya Allah, sedihnya rasa hati setelah selesai membaca. Mungkin itu perasaan orang yang sedang dilemma untuk kahwin ke bagaimana? 

Saya baru sedar, Ramadan kali ini yang terakhir berstatuskan 'single' eh? Amin insyaAllah.

Perempuan, emotional sangat!

touched :')
Ketenangan hati itu yang paling mahal ketika sujud. Paling pantas untuk dihitung nilai kekhusyukan apabila sedang sujud. Makin banyak sujud, makin stabil emosi sepatutnya.

 So Nadirah, stay longer in sujood just to evaluate your mood and make this Ramadan the most valuable moment to do so. InsyaAllah, please please pray for me!

5 Ramadan 1438 H

Tuesday, April 18, 2017

bermakna

Bismillah

Kebelakangan ini, sahabat - sahabat yang saya kenal sejak terjebak dengan dakwah & tarbiah, ada beberapa orang yang mahu meluahkan perasaan rindu dan sayang (instagram, whatsapp mahupun facebook) Saya kira, mereka sudah cukup membuatkan diri ini tersenyum rasa terharu. Seriously, each of them means a lot to me.

Sejujurnya, perasaan rindu dan sayang terhadap akhawat ataupun ikhwan bukan ikhwah sangat dirasai setelah berada dalam jalan ini. 

Teringat peristiwa awal - awal berada di Jordan, tahun pertama di sana. Di kala masih 'kanak - kanak', masih ada perasaan tak senang dengan akhawat yang lain. Perasaan mudah terasa dengan orang, mudah tak suka dengan perangai pelik seseorang, mudah rasa tak puas hati dengan akhawat dan banyak lagi perasaan yang 'mudah' berlaku. Sebab sebelum menjadi 'akhawat Jordan', saya mudah untuk ada perasaan tak suka dengan orang tanpa sebab yang munasabah.

But, as time goes by, ada rehabilitation phase, ada masa untuk fikir apa sebenarnya yang sedang dilakukan di samping sentiasa mohon doa moga Allah jauhi penyakit hati terhadap orang lain, saya semakin 'okay' dengan banyak perkara. 

Pesanan dari salah seorang naqibah 
"Nad, awak kena fikir betul - betul pasal masalah awak dengan ukhti ni. Jauh lagi perjalanan awak dekat Jordan ni, Awak tak akan lari untuk berjumpa dengan dia, dalam usrah, daurah, meeting even di universiti."

Fatrah saya sedang dilemma masalah tersebut, of course la, bila kita ada masalah dengan seseorang, kita akan sedaya mungkin untuk lari daripada berjumpa dengan dia. Nak dijadikan cerita, kami usrahmate. Ya Allah, setiap kali pergi usrah menggigil, tangan sejuk dan rasa hendak menangis. Untuk memberi respon dalam usrah pun takut-takut. Takut kalau terlepas cakap dengan emosi, nanti tiba - tiba meletup ataupun menangis.

Hampir dua semester juga saya cuba untuk berfikir dan selesaikan masalah kami. Alhamdulillah, tak perlu selesaikan face-to-face, Allah berikan saya kekuatan untuk terus melakukan aktiviti harian seperti biasa dan melupakan masalah tersebut. Kini kami bersahabat baik, ukhuwah semanis gula gitu. Senang bukan? :)

Sekarang, saya cuba untuk memaknai apa itu ukhuwah yang sebenar, ukhuwah kerana Allah. Jika saya mengatakan saya sayang awak sebagai seorang ukhti, I really mean it!

Ikhlas dari hati, rindu. Antara sebab tsabat, ada akhawat yang sentiasa menguatkan, ada akhawat yang sudi untuk 'merepek' bersama, ada seperti "Apa-apa, roger. Ana sentiasa ada untuk enti." :p
Begitulah, bersama akhawat, lain sikit. Tak tahu untuk terangkan bagaimana. 


mukhayyam khandaq

GMJ


Charity Run 5km 
raya 2014 


akhawat Perak

peneman setia jogging di padang Yarmouk

jaulahmates UK SPAIN
AJK Wacana IKRAM
jaulahmates mesir dulu 
syuramates




jaulahmates - egypt


AJK Haflah Khirrijat akhawat

AJK Winter Gathering

AJK Pertandingan Hafazan MUJ

akhawatsss

AJK MUJ

katibahmates

gambar mahal ni :)
Nampak macam indah belaka jika lihat pada gambar? hehs
Normalnya, ada juga indah dan pahit dalam berukhuwah. Apa yang pasti, moga saya, anda, kita dan mereka akan berukhuwah sehingga ke syurga. Ameen

Ukhuwah is a very lovely word. Hence, it does have a lovely meaningUkhuwah means a bond or relationship. Fillah means for the sake of Allah. When we do ukhuwah, we do it just to find His blessings

Thursday, April 13, 2017

Lord, I need you, I trust you

Bismillah

Asking for a
Sign from you
Cause I’m so
Broke inside
I’m feeling lost
This world has me so confused

All these nights
I’m praying I
Can be the one
That you guide
Ya Rabb I pray you
Keep me safe
From walking off the path astray

I need you, I trust you
My love is just for you
My Lord I will never
Put anything above you

I need you,
I trust you
I can't do without you
My Lord I will never
Put anything above you

I know that you can hear me
The thoughts in my mind and the words that I whisper
I know you're here with me
But I still end up in sin
And I wish that I didn’t
Oh Lord forgive me
I messed around when I knew much better
This world can break a heart in two
And now that I know this I’ll never leave you

If I ever leave this path, don’t let me go
Don’t let me live a life that's void of you' Lord
It’s hard to go on when so many have fallen
So Lord won’t you send down all of your blessings

Oh oh, Rabbi I know
You bring back those who seek you Lord
I’m trying everyday to be the one
That will have your love even when I go

Someone said to me once
How If I’ve sinned as much
As the ocean you’d still forgive
Like it was never done

I remember what I used to be
A lost soul that just couldn’t see
I drowned in my own misery
But then you pulled me out and I became free

Now I’m always keeping an eye on my prayers and
Staying with friends that remind me of greater
Working on goals that will benefit me later
And keeping my eyes away from all strangers

When one day I am gone
And life will carry on
I pray you bring me close to you
Cause that's all I ever needed from you

All along I knew you’re watching me
And It’s the only thing that's given me hope
No one else can take your place
No one cares as much as you

All along I knew you're watching me
And It’s the only thing given me hope
No one else can take your place
No one cares as much as you


كَذَٰلِكَ لِنَصۡرِفَ عَنۡهُ ٱلسُّوٓءَ وَٱلۡفَحۡشَآءَۚ إِنَّهُۥ مِنۡ عِبَادِنَا ٱلۡمُخۡلَصِينَ ٢٤

Saturday, February 25, 2017

making my way

Bismillah

Menghitung hari bagi perjalanan yang tidak pasti.
Makin ditimpa pelbagai masalah.
Allah, Allah, Allah.

Masalah bukan untuk dibiarkan. tetapi perlu bertindak untuk diselesaikan.
Perjalanan yang penuh liku, tetap perlu diteruskan untuk mencapai kemanisan di akhirnya.
Andai ditakdirkan tersungkur di tengah jalan, atau makinberputus asa untuk meneruskan,
moga ada yang sanggup membantu.

.......................................................................................................................................................

Making my way downtown
Walking past
Faces pass
And I'm home bound.

Staring blankly ahead
Just making my way
Making a way
Through the crowd



Wednesday, November 30, 2016

Malu

Bismillah.

Moga hari hari kita sentiasa dirahmati oleh Allah azza wajalla.

Kebelakangan ini, ada perkara yang sering bermain di fikiran bilamana segala perkara atau peristiwa yang lepas, tiba - tiba muncul kembali dalam keadaan yang tidak disangka sangka. Perasaan yang paling tidak seronok atau menarik, perkara tersebut related dengan hal lepas. Jahiliyah dahulu kala. 😞

Seolah olah mahu menghilamgkan diri dari berjumpa atau berada di situasi tersebut lagi. Oh no, malu!

Well, kenapa perlu malu sebenarnya?

Sepatutnya patut lebih malu dengan Allah kan?
Terhadap dosa dosa yang menggunung tinggi. Ni tak, malu berhadapan dengan kebenaran atau realiti di depan mata. Astaghfirullah.

Tapi tidak mengapa, malu tanda hati kita masih ada iman. Iman yang menggerakkan kita untuk terus kuat dan menghadapi realiti tersebut walaupun agak sukar untuk ditelan.

Nak lari jauh jauh?
Tidak perlu, cuma perlu tenang dan berdoa.

Moga segala aib dan perkara yang memalukan yang lepas, Allah tutup dan pelihara sehingga akhirat kelak. Ameeen.


susah dan senang.

Bismillah.

Apa yang susahnya?
Susah untuk #moveon?
Susah untuk berkata yang benar?
Susah untuk ditegur?
Susah untuk bertindak?

Banyak yang susah, apa yang senang?

Senang sangat untuk diam.
Senang sangat untuk futur.
Senang sangat untuk jadi tak rajin.
Senang sangat untuk menipu.
Senang sangat untuk buat perkara dosa.

Astaghfirullah.




Wednesday, October 12, 2016

#random

In the Name of Allah.
As the same as the title above, I admit and I really miss how things used to be in Jordan.

Usrahmates (with le Arabs), katibahmates (we did qiyam together during ramadhan), daurah (HQ IM Jordan, IM Irbid) and participated in a mukhayyam together with katibahmates.

Sincerely, from the bottom of my heart or maybe from the core of my soul, RINDU.

.........................................................................................

Aren't you tired?
I really wish other people could see there is a better way.

That's what I want to ask people I meet who are so busy, the people who are doing it all.

"Don't you want to stop now?"
 I know the answer because I was the crazy-busy too.

"Do it all, run yourself into the ground girl!"

I was tired and somehow, I wanted to stop.

"Yes, of course I'm a human. Even the actual place to have an absolute rest is in Jannah insyaAllah, but still..."

Once I did end my quest to do it all, and began my busy boycott, I realised while I was chasing it all, making sure I didn't miss a single thing, I was missing the most important things. >.<

"Sorry, what was it?"

Well, many times I have been judged badly because I go here and there.
"Am I a chipsmore?"

O Allah, I seek your forgiveness.
Wallahul Musta'an

Tuesday, September 27, 2016

too blessed to be stressed huh?

Bismillah.

Indeed, after all, I feel so blessed.
Thank Allah for all I have.

...........................................................

Sekarang, secara rasminya menjadi pelajar Master's Degree Student, di UPSI. Ya, pasca siswazah sudah Nadirah :)

Well, makin banyak dengan tanggungjawab, makin terikat dengan masa. tapi kenapa macam ada masa terluang lagi?

23 tahun hidup sehingga saat ini, makin sedar kelemahan diri. Walaupun sekarang hendak memulakan kehidupan sekali lagi sebagai seorang pelajar, masih lagi bertatih kaki ini berjalan. Macam mana nak memburu syahid?

Hidup dengan kitab yang makin bertambah setiap kali berjumpa dengan supervisor, ditambah dengan nasihat dan semangat dari supervisor, tak boleh cepat mengeluh sebenarnya.

Selain menjadi pelajar, tanggungjawab sebagai seorang anak, seorang daei, seorang ketua atau barisan qiyadah harus dijaga. Jadual harian bagaimana disusun, masa untuk memikirkan atau membincangkan sesuatu isu perihal tanggungjawab, juga perlu diatur sebaiknya. Berapa lama berinteraksi dengan handphone (whatsapp dan telegram) berbanding dengan berapa lama berinteraksi dengan Al Quran(tilawah, tadabbur dan hafalan)?

Ditambah dengan ....... yang masih juga tidak pasti, perlu berwaspada dan mendoakan yang terbaik.
Apabila berkait dengan hati dan perasaan, fokus perlu lebih untuk berhati - hati. Allah kan ada untuk jaga hati kita? :)

Our real blessings often appear to us in the shapes of pains, loses and disappointments; but let us have patience and we soon shall see them in their proper figures.

Sunday, August 21, 2016

cerpen : Hani

Bismillah.

Sebuah cerita pendek :

Kisah seorang perempuan yang dibelenggu masalah setiap hari, Hani. Hani memang mempunyai ramai kawan, tak kira lelaki atau perempuan. Yang pastinya, kawan perempuanlah yang sangat rapat dengannya dan yang paling ramai. Kawan lelaki, cukuplah sekadar kenal sebagai kawan tadika, kawan sekolah rendah dan sekolah menengah, sehinggalah kawan di universiti. Oh ya, Hani seorang graduan universiti dari Mesir.

Sejak zaman sekolah, Hani sangat happy go lucky orangnya, cool dan senang dibuat kawan. Hani tidak pernah minta untuk diminati atau disegani oleh orang lain atau menjadikan dirinya sebagai idola. Tidak pernah terlintas di hatinya untuk berkawan atas sebab mempunyai kepentingan peribadi dan beliau sendiri mengharapkan orang yang rapat dengan beliau bukan kerana sebab - sebab peribadi.

Setelah Hani meningkat dewasa, sekitar umur 20-an, dikala zaman kawan - kawan ada yang sudah berumahtangga, Hani hanya mendoakan yang terbaik buat dirinya dan keluarga, serta fokusnya ketika itulah adalah belajar. Memandangkan sekitar 20-an, tika waktu Hani masih di universiti.

Dalam kehidupan seharian Hani yang agak sibuk, Hani tidak pernah terfikir yang akan ada orang yang memerhatikan dirinya dari jauh, tidak kiralah secara maya ataupun secara realiti. Hani hanya menjadi dirinya, bersederhana dan tidaklah terlalu menonjol dalam kalangan pelajar - pelajar yang lain di universitinya, sama ada dalam aspek pelajaran mahupun persatuan yang diceburinya.

As time goes by, seorang lelaki telah cuba untuk mengenali Hani dengan lebih dekat. Hasrat lelaki itu telah disampaikan melalui orang tengah. Setelah Hani berbincang dengan broker tersebut, bersama ibu ayah serta kawan rapat Hani, Hani membuat keputusan untuk tidak menerima hasrat lelaki yang ingin bertaaruf dengannya walaupun beliau sedar yang beliau tidak boleh lari untuk berjumpa atau terserempak memandangkan banyak urusan Hani dengan lelaki tersebut. Hani harus tetap tabah dan cekal dalam menghadapi hari - harinya yang mendatang. Tidak perlu ada perasaan bersalah dalam hati.

Selang sebulan, datang lagi seorang jejaka yang berhasrat untuk mengenali Hani. Hasrat jejaka tersebut disampaikan melalui kakaknya yang dimana Hani sangat kenal. Kali ini, Hani lebih matang dalam membuat keputusan di samping mengambil kira pandangan kedua ibu bapanya yang lebih terbuka dan senang hati untuk mengatakan ya untuk proses perkenalan antara beliau dengan jejaka tersebut. Proses perkenalan atau taaruf antara Hani dengan lelaki tersebut melalui orang tengah, berjalan lancar, sehinggalah kedua duanya setuju untuk meneruskan ke peringkat seterusnya. Ibu bapa untuk kedua - dua belah pihak juga, Alhamdulillah setuju dan telah saling mengenali.

Kini, Hani yang berstatuskan milik seseorang walaupun bukan 100%, beliau cuba untuk menjaga hati dan perasaan orang lain. Beliau sedar, proses untuk ke alam perkahwinan yang tidak pasti lagi, mencetuskan perasaan ragu - ragu dalam hatinya. Walaubagaimanapun, Hani sedang berusaha  menepis perasaan tersebut, kerana perasaan ragu - ragu datangnya daripada syaitan. Beliau harus terus mendoakan yang terbaik bagi setiap detik yang bakal dilaluinya.

Dalam menjaga hati dan perasaan orang lain, dengan statusnya kini, masih ada lagi yang rupa - rupanya memendam perasaan suka dan ingin mengahwini Hani.
Bukan seorang, tetapi lebih daripada tiga orang yang hadir tidak putus - putus.

Seorang yang tidak pernah disangka, seorang yang agak hebat berkata - kata di zaman universitinya, telah cuba menyampaikan hasrat untuk mengenali Hani melalui orang tengah yang juga merupakan kakaknya. Kakaknya adalah bekas housemate Hani. Hani menolak dengan cara baik kepada kakaknya walaupun ketika itu adalah detik yang sangat kelakar. Hani juga perlu menepis segala persepsi tentang lelaki tersebut kerana Hani sedar, beliau akan tetap bekerja dengan lelaki tersebut kerana dibawah satu unit yang sama dan mempunyai projek mendatang bersama - sama.

Kemudian, sehari setelah bergelar graduan, Hanif yang memang memendam perasaan terhadap Hani, sejak di bangku sekolah rendah juga telah menyampaikan hasratnya. Kali ini tanpa orang tengah, terus melalui whatsapp, Hani pasti Hanif mendapatkan nombor Hani dari kawan perempuan sekolah Hani. Hani sangat mengenali lelaki ini, dan ibu bapa Hani juga sangat mengenali ibu bapa Hanif. Hanif sangat mengenali Hani, sejak di bangku sekolah rendah bersama - sama, sekolah menengah juga bersama - sama. Cuma tidak pernah satu kelas. Perasaan suka Hanif terhadap Hani sangat menyerlah ketika di sekolah menengah. Seorang yang tidak pernah lupa untuk memberinya hadiah setiap tahun, kecuali ketika Hani di luar negara. Secara hakikatnya, akhirnya, Hani menolak secara baik dengan memberitahu statusnya kini. Hanif boleh menerima kenyataan walaupun agak sukar.

Dalam masa yang sama, selang beberapa hari, kawan sekolah menengah Hani, iaitu Farid juga menyampaikan hasratnya melalui ibunya. Hani sedikit rungsing memikirkan masalahnya kerana melibatkan ibu Farid secara terus melalui Facebook. Hani menceritakan secara jujur kepada Farid untuk mengelakkan salah sangka. Sejujurnya, Hani tidak pernah memberi harapan kepada sesiapa pun yang pernah memendam perasaan terhadap Hani. Farid akhirnya, dapat menerima kenyataan walaupun katanya agak pahit untuk diterima kerana lebih beberapa tahun menunggu jawapan.

Seorang jejaka lain yang Hani hanya kenal walaupun tidak dapat mengecam mukanya, sebagai kawan sekumpulan di kem BTN, juga telah menghantar whatsapp kepada Hani secara terus. Namanya Aliff. Terdetik di hati Hani, "Daripada mana dia dapat nombor?" Hani cuba berterus terang akan statusnya kini. Alhamdulillah Aliff dapat menerima kenyataan dan berterima kasih kepada Hani kerana berterus - terang.

Seorang lagi lelaki, sejak di zaman Myspace ketika di Tingkatan 3, dan tetap mengekori perkembangan Hani sehingga di Facebook dan Instagram, akhirnya meluahkan perasaan yang terpendam melaui Facebook, ingin memperisterikan Hani. Untuk lelaki yang ini, Kamal, Hani berasa sedikit ralat kerana Hani pernah menyukai Kamal. Hani cuba menepis segala perasaan seperti, "Ah, kenapa dia lambat." Perasaan atau lintasan hati seperti ini seharusnya tidak tercetus di benak fikiran Hani. Cepat - cepat Hani beristighfar dan berdoa semoga lelaki tersebut mendapat seorang yang lebih baik darinya.

Empat lelaki yang diceritakan di atas, mereka rupa - rupanya menunggu saat yang sesuai bagi menyatakan hasrat mereka kepada Hani, iaitu setelah Hani bergelar graduan. Tidak ketika Hani masih belajar, walaupun ketika Hani di luar negara, ada juga mereka bertanya bila Hani akan habis belajar, bila Hani akan pulang ke Malaysia. Sungguh tidak disangka apa yang berlaku selepas itu. Ya, memang benar, Allah tahu segalanya.

Kini, Hani yang berstatuskan milik orang walaupun bukan secara sah lagi, meneruskan kehidupannya seperti biasa, tetap beristikharah dan memohon petunjuk semoga Allah memandu segala isi hatinya. Bukan kerana rasa terpaksa untuk memiliki atau dimiliki, akan tetapi kerana dorongan daripada Allah dan bukan dari godaan syaitan. Kadang - kadang Hani terfikir untuk memakai nametag, "I am taken" sebab mata - mata yang memandang, kita tidak tahu apa yang terlintas di benak fikiran mereka.

Tamatlah kisah seorang yang bernama Hani. Mempunyai masalah seperti ini sejak di zaman sekolah rendahnya sehingga sekarang. Ibu bapanya juga risau terhadap diri beliau. Doakan Hani.

..............................................

Kisah ini hanyalah rekaan semata - mata. Tiada kena mengena dengan yang hidup atau yang telah meninggal dunia :)

Wallahua'alam